Hello Semua. Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi tentang Hal-hal yang harus dilakukan setelah instal Debian Server. Artikel ini merupakan bagian dari rangkain LAB Debian 10 menggunakan VirtualBox. Anda bisa mengikuti rangkaian LAB di link berikut: DEBIAN 10 – VirtualBox LAB : Overview.

Saya biasa melakukan langkah ini supaya Server kita siap digunakan dan menghidarkan beberapa kesalahan kedepannya. Seperti konfigurasi ip, hostname yang tidak sesuai, ntp yang tidak sinkron, dan lain sebagainya.

Berikut hal-hal yang harus dilakukan setelah instalasi Debian Server:

Konfigurasi IP Address

IP Address merupakan identitas berupa label angka di setiap perangkat yang terhubung dengan jaringan. Angka-angka yang terdapat pada IP Address adalah kode biner yang sudah diterjemahkan dalam angka-angka yang mudah dibaca.

Saat proses instalasi Debian Server, kita telah mengkonfigurasi NIC dengan ip 192.168.10.2 dengan prefik 24. Sebenarnya dengan konfigurasi tersebut, Debian Server sudah bisa di akses dan digunakan. Tetapi ada baris perintah yang diubah agar konfigurasi NIC lebih fleksibel. Berikut konfigurasi yang perlu dirubah:

1. Buka Console Debian Server dari VirtualBox. Kemudian masuk sebagai user root:

2. Edit konfigurasi interfaces di file /etc/network/interfaces:

nano /etc/network/interfaces

3. Kemudian ubah baris allow-hotplug menjadi auto. Berikut tampilan setelah diubah:

Untuk menyimpannya bisa dengan ketik ctrl + O, untuk keluar ketik ctrl + X.

4. Tambahkan Nameserver dengan mengedit file /etc/resolv.conf. Nameserver ini digunakan agar server kita mengenali domain yang terdaftar pada DNS Server. Masukkan perintah berikut untuk mengedit file resolv.conf.

nano /etc/resolv.conf

5. Tambahkan nameserver google yaitu 8.8.8.8 dengan menambahkan line berikut:

nameserver 8.8.8.8

Untuk menyimpannya bisa dengan ketik ctrl + O, untuk keluar ketik ctrl + X.

6. Restart service network dengan menjalankan perintah beriku:

/etc/init.d/networking restart

Pastikan hasilnya sudah OK.

7. Tes ping ke Debian Router:

8. Karena sebelumnya kita sudah konfigurasi NAT pada Debian Router, jadi kita bisa tes ping ke Internet. Pastikan hasilnya Reply seperti berikut:

Konfigurasi Hostname

Hostname merupakan nama untuk perangkat yang terhubung dengan Jaringan.

1. Cek konfigurasi hostname dengan perintah berikut:

hostname && hostname -f

Dari output diatas, kita diminta untuk menyamakan hostname Debian Router.

2. Edit file hostname dengan perintah berikut:

nano /etc/hostname

3. Masukkan baris berikut ke file hostname:

server.logsheha.lab

Untuk menyimpannya bisa dengan ketik ctrl + O, untuk keluar ketik ctrl + X.

Konfigurasi Repository

Repository merupakan tempat dimana paket-paket software berada. Untuk menginstal software, kita harus terhubung dengan Repository. Ada dua cara mengakses repository, yaitu Repository dengan DVD iso yang sebelumnya sudah didownload dan Repository dari internet. Disini saya akan menggunakan DVD iso yang sudah di download pada artikel penyiapan Environment LAB part 1. Berikut ke 3 iso DVD yang sebelumnya sudah di download:

1. Edit file repository dengan perintah berikut:

nano /etc/apt/sources.list

2. Berikan tanda pagar (#) pada deb http dan deb-src http. Tanda pagar digunakan untuk men disable baris perintah pada file bash linux.

Note! Dari file diatas, sudah ada reository DVD Binary-1. DVD Binary-1 adalah Binary dari file DVD-1.iso yang digunakan untuk instalasi Sistem Operasi. Saat proses instalasi, DVD-1.iso akan otomatis dimasukkan dalam list repository, jadi kita tidak perlu menambahkan DVD-1.iso lagi ke repository.

Untuk menyimpannya bisa dengan ketik ctrl + O, untuk keluar ketik ctrl + X.

3. Karena DVD-1.iso sudah dimasukkan, sekarang kita masukkan DVD-2.iso dan DVD-3.iso. Berikut cara menambahkan DVD pada VirtualBox:

Pada menu VirtualBox, pilih menu Devices, Kemudian pilih Optical Drives, lalu pilih DVD-2.iso. (Kita sudah masukkan iso saat mengkonfigurasi Debian Router, jadi kita tinggal memilih iso yang sudah ada)

4. Masukkan perintah berikut, untuk menambahkan DVD-2.iso ke file Repository:

apt-cdrom add

5. Jika sudah eject DVD-2.iso dari CD-room dengan erintah berikut:

eject

6. Ulangi point ke 3 untuk DVD-3.iso.

Jika sudah, tambahkan DVD-3.iso ke file Repository dengan perintah berikut:

apt-cdrom add

7. Cek file repository dengan perintah berikut:

cat /etc/apt/sources.list

Dari Output diatas, kita sudah menambahakan ke 3 file iso kedalam file repository.

Konfigurasi Locales

Konfigurasi ini digunakan untuk memindah beberapa bahasa yang digunakan user. Jalankan perintah berikut untuk mengkonfigurasi locales:

dpkg-reconfigure locales

Akan muncul console untuk memilih locales. Tandai pada pilihan en_US.UTF-8 UTF-8 dan id_ID.UTF-8 UTF-8. Untuk menandai, anda bisa menekan Space ketika highlight berada pada pilihan tersebut. Klik Enter untuk memilih OK.

Kemudian akan muncul pilihan yang akan digunakan sebagai default. Pilih en_US.UTF-8 UTF-8 sebagai default. Klik Enter untuk memilih OK.

Konfigurasi NTP pada Debian

NTP atau Network Time Protocol adalah sebuah protocol yang digunakan untuk mensinkronkan waktu pada perangkat jaringan dengan sumber yang akurat.

1. Instal paket NTP dengan perintah berikut:

apt -y install ntp ntpdate

2. Saat proses instalasi, Debian akan meminta memasukkan DVD-1.iso. Mount DVD-1.iso dengan memilih menu Devices > Optical Drive > DVD-1.iso. Jika sudah klik Enter pada Console.

3. Jika proses instalasi sudah selesai, masuk ke konfigurasi NTP dengan perintah berikut:

nano /etc/ntp.conf

Ubah baris berikut:

pool 0.debian.pool.ntp.org iburst
pool 1.debian.pool.ntp.org iburst
pool 2.debian.pool.ntp.org iburst
pool 3.debian.pool.ntp.org iburst

Menjadi seperti berikut:

pool 0.id.pool.ntp.org iburst
pool 1.id.pool.ntp.org iburst
pool 2.id.pool.ntp.org iburst
pool 3.id.pool.ntp.org iburst

Untuk menyimpannya bisa dengan ketik ctrl + O, untuk keluar ketik ctrl + X.

3. Restart service ntp dengan perintah berikut:

/etc/init.d/ntp restart

4. Setelah selesai, cek konfigurasi ntp dengan perintah berikut:

ntpq -p
date

Pastikam hasil perintah date sesuai dengan waktu lokal di tempatmu.

Memberi Akses Root ke User

Pada Debian 10, secara default user tidak dimasukkan pada group root. Jadi kita tidak bisa menjalankan perintah yang harus dilakukan oleh root dengan user biasa. Agar kita bisa menjalankan perintah sebagai root dengan user biasa, kita harus menginstal paket sudo dan mendaftarkan user ke grup root. Berikut caranya.

1. Instal paket sudo dengan perintah berikut:

apt -y install sudo

Note! Karena paket sudo terdapat pada Binary-1 dan DVD-1.iso sudah di mount sebelumnya, jadi kita tidak perlu memasukkan DVD lagi.

2. Berikan akses user ke grup root dengan perintah berikut:

usermod -aG sudo logsheha

Note! logsheha adalah user yang ingin ditambahkan pada grup root.

3. Sekarang kita tes dengan masuk ke user logsheha.

su - logsheha

4. Jalankan perintah berikut untuk mengecek akses sudah berhasil diberikan:

sudo whoami

Pastikan hasil dari whoami adalah root.

Reboot System

Setelah semua sudah di lakukan, reboot Debian Router agar konfigurasi berjalan dengan sempurna.

reboot

Penutup

Kita sudah melakukan hal-hal yang harus dilakukan setelah instal Debian Server, sekarang Debian Router siap untuk digunakan. Untuk konfigurasi SSH, saya sudah bahas pada postingan sebelumnya tentang konfigurasi routing pada Debian Server.

Jika ada bagian yang belum paham, anda bisa tanyakan di kolom komentar, atau menghubungi saya di halaman Contact. Anda bisa mengikuti rangkaian LAB ini di postingan berikutnya. Terimakasih.