Hello Semua. Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi tentang Hal-hal yang harus dilakukan setelah instal Debian Router. Artikel ini merupakan bagian dari rangkain LAB Debian 10 menggunakan VirtualBox. Anda bisa mengikuti rangkaian LAB di link berikut: DEBIAN 10 – VirtualBox LAB : Overview.

Saya biasa melakukan langkah ini supaya Router kita siap digunakan dan menghidarkan beberapa kesalahan kedepannya. Seperti konfigurasi ip, hostname yang tidak sesuai, ntp yang tidak sinkron, dan lain sebagainya.

Berikut hal-hal yang harus dilakukan setelah instalasi Debian Router:

Konfigurasi IP Address

IP Address merupakan identitas berupa label angka di setiap perangkat yang terhubung dengan jaringan. Angka-angka yang terdapat pada IP Address adalah kode biner yang sudah diterjemahkan dalam angka-angka yang mudah dibaca.

Saat proses instalasi Debian Router, kita telah mengkonfigurasi NIC ke 1 menjadi DHCP. Kita akan mengkonfigurasi ulang sesuai topologi yang sebelumnya sudah dibuat. Untuk mengingatkan kembali, berikut topologi yang sudah dibuat:

Merubah DHCP ke Static

Hal yang pertama kita lakukan adalah mengubah konfigurasi NIC ke 1 dari DHCP ke Statik. Konfigurasi ini dilakukan agar IP Address Debian Router tidak berubah-ubah. Dalam implementasi yang sesungguhnya, terdapat istilah Dedicated IP dan Undedicated IP. Dedicated IP merupakan istilah untuk IP yang tetap/tidak berubah. Sedangkan Undedicated IP merupakan istilah IP yang berubah-ubah. Kita bisa simulasikan Dedicated ip sebagai konfigurasi Statik dan Undedicated ip sebagai konfigurasi DHCP.

Berikut konfigurasi untuk mengubah ip address pada Debian Router:

1. Buka Console Debian Router dari VirtualBox. Kemudian masuk sebagai user root:

2. Cek ip address dan gateway dengan perintah berikut:

ip addr
ip route

Dari perintah diatas, kita bisa mengetahui ada 2 interface dengan nama enp0s3 dan enp0s8. Yang kita konfigurasi saat instalasi adalah enp0s3. enp0s3 memiliki ip 10.10.1.136 dengan prefik 25 dan gateway 10.10.1.254.

3. Konfigurasi IP statik di file /etc/network/interfaces.

nano /etc/network/interfaces

Kemudian akan masuk ke text editor file interfaces. Ubah konfigurasi file seperti dibawah ini:

# This file describes the network interfaces available on your system
# and how to activate them. For more information, see interfaces(5).

source /etc/network/interfaces.d/*

# The loopback network interface
auto lo
iface lo inet loopback

# The primary network interface
auto enp0s3
iface enp0s3 inet static
        address 10.10.1.136/25
        gateway 10.10.1.254
        dns-nameservers 8.8.8.8

Note! Silahkan ganti ip address sesuai ip dhcp yang di dapat.

Untuk menyimpannya bisa dengan ketik ctrl + O, untuk keluar ketik ctrl + X.

4. Restart service network dengan menjalankan perintah beriku:

/etc/init.d/networking restart

Pastikan hasilnya sudah OK.

5. Tes ping ke google.com.

ping -c 4 google.com

Konfigurasi Jaringan Internal

Pada topologi diatas, Debian Router memiliki 2 NIC yaitu enp0s3 dan enp0s8. Kita sudah mengkonfigurasi enp0s3 yang kearah internet, sekarang kita konfigurasi enp0s8 yang ke arah internal network. Internal network adalah jaringan teriolasi dan hanya perangkat yang terhubung ke jaringan internal yang bisa saling berhubungan. Kita bisa sebut jaringan internal sebagai LAN. Dari topologi diatas, enp0s8 memiliki ip 192.168.10.1 dengan prefik 24.

Berikut cara konfigurasinya:

1. Konfigurasi IP statik di file /etc/network/interfaces.

nano /etc/network/interfaces

Kemudian akan masuk ke text editor file interfaces. Tambahkan konfigurasi file seperti dibawah ini:

# This file describes the network interfaces available on your system
# and how to activate them. For more information, see interfaces(5).

source /etc/network/interfaces.d/*

# The loopback network interface
auto lo
iface lo inet loopback

# The primary network interface
auto enp0s3
iface enp0s3 inet static
        address 10.10.1.136/25
        gateway 10.10.1.254
        dns-nameservers 8.8.8.8

auto enp0s8
iface enp0s8 inet static
        address 192.168.10.1/24

Note! Pada interface enp0s8 diatas, kita tidak perlu menambahkan gateway karena pada interface enp0s3 sudah memilikinya. Di dalam satu perangkat, tidak boleh memiliki ip gatway lebih dari satu.

Untuk menyimpannya bisa dengan ketik ctrl + O, untuk keluar ketik ctrl + X.

2. Restart service network dengan menjalankan perintah beriku:

/etc/init.d/networking restart

Pastikan hasilnya sudah OK.

3. Tes ping ke IP Debian Server, yaitu 192.168.10.2

Konfigurasi Hostname

Hostname merupakan nama untuk perangkat yang terhubung dengan Jaringan.

1. Cek konfigurasi hostname dengan perintah berikut:

hostname && hostname -f

Dari output diatas, kita diminta untuk menyamakan hostname Debian Router.

2. Edit file hostname dengan perintah berikut:

nano /etc/hostname

Masukkan baris berikut ke file hostname:

router.logsheha.lab

Untuk menyimpannya bisa dengan ketik ctrl + O, untuk keluar ketik ctrl + X.

Konfigurasi Name Server

Name server digunakan agar perangkat kita mengenali domain yang terdaftar pada DNS Server. 

1. Edit file resolv dengan perintah berikut:

nano /etc/resolv.conf

2. Masukkan baris berikut ke file resolv:

nameserver 8.8.8.8

Untuk menyimpannya bisa dengan ketik ctrl + O, untuk keluar ketik ctrl + X.

Konfigurasi Repository

Repository merupakan tempat dimana paket-paket software berada. Untuk menginstal software, kita harus terhubung dengan Repository. Ada dua cara mengakses repository, yaitu Repository dengan DVD iso yang sebelumnya sudah didownload dan Repository dari internet. Disini saya akan menggunakan DVD iso yang sudah di download pada artikel penyiapan Environment LAB part 1. Berikut ke 3 iso DVD yang sebelumnya sudah di download:

1. Edit file repository dengan perintah berikut:

nano /etc/apt/sources.list

2. Berikan tanda pagar (#) pada deb http dan deb-src http. Tanda pagar digunakan untuk men disable baris perintah pada file bash linux.

Note! Dari file diatas, sudah ada reository DVD Binary-1. DVD Binary-1 adalah Binary dari file DVD-1.iso yang digunakan untuk instalasi Sistem Operasi. Saat proses instalasi, DVD-1.iso akan otomatis dimasukkan dalam list repository, jadi kita tidak perlu menambahkan DVD-1.iso lagi ke repository.

Untuk menyimpannya bisa dengan ketik ctrl + O, untuk keluar ketik ctrl + X.

3. Karena DVD-1.iso sudah dimasukkan, sekarang kita masukkan DVD-2.iso dan DVD-3.iso. Berikut cara menambahkan DVD pada VirtualBox:

Pada menu VirtualBox, pilih menu Devices, Kemudian pilih Optical Drives, lalu pilih Choose a disk file…

Pilih debian-DVD-2.iso, kemudian klik Open.

Jika muncul peringatan seperti ini, klik Force Unmount:

4. Masukkan perintah berikut, untuk menambahkan DVD-2.iso ke file Repository:

apt-cdrom add

5. Jika sudah eject DVD-2.iso dari CD-room dengan erintah berikut:

eject

6. Ulangi point ke 3 untuk DVD-3.iso.

Jika sudah, tambahkan DVD-3.iso ke file Repository dengan perintah berikut:

apt-cdrom add

7. Cek file repository dengan perintah berikut:

cat /etc/apt/sources.list

Dari Output diatas, kita sudah menambahakan ke 3 file iso kedalam file repository.

Konfigurasi Locales

Konfigurasi ini digunakan untuk memindah beberapa bahasa yang digunakan user. Jalankan perintah berikut untuk mengkonfigurasi locales:

dpkg-reconfigure locales

Akan muncul console untuk memilih locales. Tandai pada pilihan en_US.UTF-8 UTF-8 dan id_ID.UTF-8 UTF-8. Untuk menandai, anda bisa menekan Space ketika highlight berada pada pilihan tersebut. Klik Enter untuk memilih OK.

Kemudian akan muncul pilihan yang akan digunakan sebagai default. Pilih en_US.UTF-8 UTF-8 sebagai default. Klik Enter untuk memilih OK.

Konfigurasi NTP pada Debian

NTP atau Network Time Protocol adalah sebuah protocol yang digunakan untuk mensinkronkan waktu pada perangkat jaringan dengan sumber yang akurat.

1. Instal paket NTP dengan perintah berikut:

apt -y install ntp ntpdate

2. Saat proses instalasi, Debian akan meminta memasukkan DVD-1.iso. Mount DVD-1.iso dengan memilih menu Devices > Optical Drive > DVD-1.iso. Jika sudah klik Enter pada Console.

3. Jika proses instalasi sudah selesai, masuk ke konfigurasi NTP dengan perintah berikut:

nano /etc/ntp.conf

Ubah baris berikut:

pool 0.debian.pool.ntp.org iburst
pool 1.debian.pool.ntp.org iburst
pool 2.debian.pool.ntp.org iburst
pool 3.debian.pool.ntp.org iburst

Menjadi seperti berikut:

pool 0.id.pool.ntp.org iburst
pool 1.id.pool.ntp.org iburst
pool 2.id.pool.ntp.org iburst
pool 3.id.pool.ntp.org iburst

Untuk menyimpannya bisa dengan ketik ctrl + O, untuk keluar ketik ctrl + X.

3. Restart service ntp dengan perintah berikut:

/etc/init.d/ntp restart

4. Setelah selesai, cek konfigurasi ntp dengan perintah berikut:

ntpq -p
date

Pastikam hasil perintah date sesuai dengan waktu lokal di tempatmu.

Memberi Akses Root ke User

Pada Debian 10, secara default user tidak dimasukkan pada group root. Jadi kita tidak bisa menjalankan perintah yang harus dilakukan oleh root dengan user biasa. Agar kita bisa menjalankan perintah sebagai root dengan user biasa, kita harus menginstal paket sudo dan mendaftarkan user ke grup root. Berikut caranya.

1. Instal paket sudo dengan perintah berikut:

apt -y install sudo

Note! Karena paket sudo terdapat pada Binary-1 dan DVD-1.iso sudah di mount sebelumnya, jadi kita tidak perlu memasukkan DVD lagi.

2. Berikan akses user ke grup root dengan perintah berikut:

usermod -aG sudo logsheha

Note! logsheha adalah user yang ingin ditambahkan pada grup root.

3. Sekarang kita tes dengan masuk ke user logsheha.

su - logsheha

4. Jalankan perintah berikut untuk mengecek akses sudah berhasil diberikan:

sudo whoami

Pastikan hasil dari whoami adalah root.

Konfigurasi SSH

SSH adalah protokol yang digunakan untuk meremote server dari jarak jauh. Saat instalasi Debian, kita sudah menginstal paket SSH. Jadi kita tidak perlu menginstalnya lagi. Sebenarnya disini juga tidak ada tambahan konfigurasi. Disini saya akan melakukan ssh dari Laptop saya ke Debian Router dengan menggunakan Putty. Anda bisa mendownload Putty di link berikut: Download Putty. Jika anda menggunakan linux, anda bisa menginstalnya di Apps Store yang sudah ada atau menggunakan terminal bawaan Sistem Operasi.

Secara network, Debian Router sudah terhubung dengan Laptop kita karena Debian Router menggunakan mode bride dengan NIC laptop kita.

1. Buka Putty yang sudah terinstal. Masukkan ip Debian Router seperti berikut:

2. Jika terdapat warning seperti berikut, klik Yes.

3. Setelah muncul console, coba login menggunakan user biasa yang sudah dibuat saat proses Instalasi.

Note! Secara default, Sistem operasi Debian tidak bisa di SSH menggunakan user root. Jadi kita harus login dengan user biasa.

Reboot System

Setelah semua sudah di lakukan, reboot Debian Router agar konfigurasi berjalan dengan sempurna.

reboot

Penutup

Kita sudah melakukan hal-hal yang harus dilakukan setelah instal Debian Router, sekarang Debian Router siap untuk digunakan.

Jika ada bagian yang belum paham, anda bisa tanyakan di kolom komentar, atau menghubungi saya di halaman Contact. Anda bisa mengikuti rangkaian LAB ini di postingan berikutnya. Terimakasih.