Hello Semua. Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi tentang cara instal Debian Desktop di VirtualBox. Artikel ini merupakan bagian dari rangkain LAB Debian 10 menggunakan VirtualBox. Anda bisa mengikuti rangkaian LAB di link berikut: DEBIAN 10 – VirtualBox LAB : Overview.

Topologi yang dibuat pada LAB sebelumnya:

Pengertian Debian Desktop

Debian Desktop merupakan sub projek yang di kembangkan sekelompok ralawan yang ingin membuat sistem operasi terbaik untuk penggunaan sehari-hari baik individual maupun perusahaan.

Debian support banyak desktop environment yang membantu pengelolaan secara grafis. Dari desktop yang memiliki fitur lengkap, hingga alternatif yang ringan bahkan pengelolaan grafis yang minimalis namun kuat. Diantaranya ada Gnome, Plasma, Xfce, dan lain sebagainya.

Debian Desktop ini, biasanya digunakan oleh user biasa atau client. Debian Desktop bisa sebagai alternative sistem operasi lain seperti Windows atau MacOS. Debian memiliki banyak fitur yang mendukung kegiatan sehari-hari, seperti office, browser, maupun game.

Instal Debian Desktop

Tidak seperti Debian Router dan Debian Server, kita akan menginstal Desktop Environtment sebagai GUI bagi Debian Desktop. Dengan DE ini, kita tidak perlu lagi memasukkan perintah memalui command-line. Jadi user awam pun, juga bisa menggunakan Debian Desktop.

Berikut cara instal Debian 10 sebagai Server:

Note! Saya sudah menjelaskan cara membuat VM untuk Debian Router di artikel sebelumnya : DEBIAN 10 – VirtualBox LAB : Lab Environment Part 2.

1. Buka Virtualbox anda, jalankan VM Debian Desktop dengan menekan tombol start.

2. Kemudian console VirtualBox akan muncul. Disini kita diminta untuk memilih start-up disk. Start-up disk adalah disk yang pertama kali di proses saat mesin/VM di jalankan. Pilih Debian installer DVD-1.iso yang sudah di download.

Note! Karena saat instal Debian Router iso sudah dimasukkan, jadi kita tidak perlu memasukkannya lagi.

3. Setelah berhasil boot, maka akan muncul installer menu. di Installer menu pilih Graphical Install (Klik enter untuk memilihnya).

4. Pada langkah select language, biarkan default. Klik continue.

5. Pada langkah select location, cari Indonesia di other > asia > indonesia.

6. Pada Configure locales dan Configure the Keyboard, biarkan default. klik continue untuk melanjutkan kelangkah berikutnya.

7. Pada langkah Configure the network, kita akan mengkonfigurasi NIC. Karena network Debian Desktop hanya terdapat 1 NIC, jadi kita tidak perlu memilih NIC mana yang dikonfigurasi. Debian Server terkoneksi dengan jaringan internal, jadi tidak akan mendapatkan DHCP. Kita harus mengkonfigurasi manual pada saat instalasi. Untuk mengkonfigurasi manual, kita harus tau Ip address dan gateway yang akan digunakan oleh Debian Desktop. Kita bisa lihat topologi diatas, Debian Desktop memiliki ip address 192.168.10.3 dengan prefik 24 dan gateway 192.168.10.1.

Note!

  • Gateway adalah gerbang untuk menghubungkan jaringan yang berbeda. Gateway biasanya ditemukan di Router atau perangkat yang bisa melakukan Routing. Jadi gateway untuk jaringan 192.168.10.0/24 adalah ip router port 2 yaitu 192.168.10.1.
  • Prefik merupakan versi yang lebih mudah dibaca dari netmask. Misalnya prefik 24 sama dengan netmask 255.255.255.0.

Berikut konfigurasi network secara manual:

8. Setelah konfigurasi interface, selanjutnya adalah konfigurasi hostname untuk debian server. Hostname digunakan untuk memberikan nama pada perangkat yang berada dalam sebuah jaringan.

9. Setting password pada root. User root pada linux adalah user yang memiliki kendali penuh terhadap sistem.

10. Konfigurasi lokal user. Di langkah ini, kita diminta untuk membuat user baru. Berbeda dengan root, user ini hanya memiliki akses ke folder /home/user saja, atau folder yang diizinkan oleh root. User ini akan menjadi default user untuk login ke Desktop. Ikuti langkah berikut untuk menambahkan user:

11. Pada langkah configure the clock, kita diminta menentukan waktu pada wilayah indonesia. Pilih Western untuk WIB, Central untuk WITA, dan Eastern untuk WIT.

12. Langkah selanjutnya adalah Partition Disk. Partisi adalah proses pembagian ruang-ruang kosong pada harddisk. Beberapa kasus, kita diminta untuk membagi ruang harddisk untuk root dan data. ataupun partisi lain seperti home, var, dan lain sebagainya. Di LAB ini, saya hanya menggunakan root, jadi saya melakukan partisi secara default. Ikuti langkah berikut untuk mempartisi disk:

Note! LVM atau Logical Volume Management adalah management disk secara logical yang dinamis. dengan mode LVM ini, kita akan lebih mudah menambahkan kapasitas harddisk yang sudah ada. Anda bisa mempelajari LVM lebih jauh di artikel yang ada di internet.

13. Langkah selanjutnya adalah Configure the package manager. Di langkah ini, kita diminta mengkonfigurasi repositori Debian Server. Repositori merupakan tempat paket-paket software berada. Repositori bisa berada di DVD (3 iso file yang sebelumnya sudah di download) atau berada di internet (Lebih sering disebut Mirror Repository). Kita bisa mengkonfigurasi Repositori ini setelah proses instalasi selesai.

Pada pilihan scan another CD or DVD? dan Use a network mirror? pilih no.

14. Langkah selanjutnya, Configuring popularity-content. Kita pilih option yang no.

15. Langkah selanjutnya, Software selection. Bagian ini adalah bagian paling Penting untuk instal Debian Desktop. Karena di bagian ini, kita akan menentukan desktop environment mana yang akan kita instal. Pastikan pilih salah satu dari DE yang disediakan. Jika anda tidak familiar dengan DE, anda bisa memilih Debian desktop environment. Pilihan tersebut akan menginstal DE default dari Debian, yaitu Gnome. Berikut list paket yang diinstal:

16. Langkah selanjutnya, Install grub bootloader. Bootloader adalah program yang menampilkan pilihan sistem operasi saat proses booting. Klik option yes.

Kemudian pilih harddisk yang tersedia untuk menginstal bootloader.

17. Setelah proses instal GRUB selesai, penginstalan Debian 10 juga sudah selesai. Klik Continue untuk melakukan reboot sistem dan masuk ke Debian 10 Console.

18. Berikut tampilan console dari Debian Desktop:

Kita telah berhasil menginstal Debian Desktop.

Kesimpulan

Pada postingan kali ini dan 2 postingan sebelumnya, saya sudah membahas tentang cara instal Debian sebagai Router, Server, dan Desktop. Kita bisa bilang bahwa Debian merupakan sistem operasi yang powerfull, karena kita bisa menggunakan Debian untuk banyak hal. Router, Server, dan Desktop merupakan klasifikasi debian dengan tujuan dan target pasar yang sangat berbeda. Saya sarankan untuk memahami Debian ini, sebagai langkah awal untuk mempelajari sistem operasi lain.

Jika ada bagian yang belum paham, anda bisa tanyakan di kolom komentar, atau menghubungi saya di halaman Contact. Anda bisa mengikuti rangkaian LAB ini di postingan berikutnya. Terimakasih.