Hello Semua. Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi tentang Cara instal DHCP Server di Debian 10. Artikel ini merupakan bagian dari rangkain LAB Debian 10 menggunakan VirtualBox. Anda bisa mengikuti rangkaian LAB di link berikut: DEBIAN 10 – VirtualBox LAB : Overview.

Saya menggunkan Server yang sudah di konfigurasi pada LAB sebelumnya, jadi saya tinggal meremote Server tersebut dari laptop saya menggunakan putty. Berikut informasi ip yang dapat digunakan untuk meremote LAB environment pada LAB ini:

Debian RouterIP Address : 10.10.1.136
Debian ServerIP Address : 192.168.10.2
IP Link-forward : 10.10.1.137

Note!

  • Pada Debian Server, IP Link-forward merupakan hasil konfigurasi pada LAB sebelumnya untuk mengalihkan trafik dari IP Debian Router ke IP Debian Server. IP ini juga yang akan kita gunakan untuk meremote Debian Server dari Laptop kita.
  • Akses ini bisa digunakan untuk rangkaian LAB Debian 10 berikutnya.

Pengenalan DHCP Server

DHCP Server adalah sebuah layanan yang memberikan ip address dan parameter lain secara otomatis ke perangkat yang terhubung dengan jaringan. Server ini menggunakan standar protokol DHCP atau Dynamic Host Configuration Protocol untuk merespon sebuah broadcast dari Client.

DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjangnya.

Berbeda dengan sistem DNS yang terdistribusi, DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya. Hal ini dapat menjadi masalah jika konfigurasi antara dua DHCP server tersebut berbenturan, karena protokol IP tidak mengizinkan dua host memiliki alamat yang sama.

Istilah-istilah yang sering digunakan dalam DHCP:

  • IP Address pool – Rentang ip address yang tersedia untuk Client. IP Address biasanya dibagikan secara berurutan dari terendah ke tertinggi.
  • Lease – Lamanya waktu Client menyimpan informasi ip address dari DHCP Server. Jika waktu sewa telah berakhir, Client harus memperbaruinya atau memperpanjang waktu sewa. Biasawa waktu sewa selama 3 hari.
  • Exclussion – Rentang ip address yang tidak disewakan untuk Client. Biasanya digunakan untuk keperluan khusus.

Instal DHCP Server

DHCP Server biasanya diinstal pada gateway jaringan. Gateway jaringan di LAB ini adalah Debian Router, jadi saya akan instal DHCP Server di Debian Router.

Untuk membuat DHCP Server di Debian 10, kita bisa menggunakan paket bernama isc-dhcp-server.

Berikut langkah-langkah instalasi DHCP Server.

1. Buka aplikasi Putty pada Laptop, masukkan IP dari Debian Router.

2. Masuk dengan user biasa yang sebelumnya sudah dibuat dan memiliki akses root, yaitu logsheha.

3. Jalankan perintah berikut untuk menginstal isc-dhcp-server dan depedensinya:

sudo apt-get install -y isc-dhcp-server

Dari tampilan diatas, paket isc-dhcp-server membutuhkan DVD Binary-2 yang berada di DVD-2.iso. Karena DVD-2.iso sudah saya mount di Debian Router sebelumnya, jadi proses instalasi akan terus berjalan tanpa meminta memasukkan DVD lagi.

Tetapi jika dalam proses instalasi meminta memasukkan DVD, bisa dipilih pada menu Virtualbox pada console Debian Router, Pilih Devices > Optical Drivers > DVD-2.iso.

4. Setelah proses instalasi, DHCP Server akan berstatus failed / gagal. Karena belum ada konfigurasi pada DHCP Server.

Konfigurasi

Setelah proses instalasi selesai, ada beberapa file yang perlu di konfigurasi supaya DHCP Server berjalan dengan lancar. File tersebut diantanya:

  • File listen. File konfigurasi yang menentukan Interface / NIC mana yang akan digunakan untuk menyebarkan paket DHCP ke jaringan.
  • File konfigurasi DHCP. File konfigurasi yang digunakan untuk memanajemen DHCP Server. Seperti menentukan gateway, menentukan subnet yang digunakan, dan lain sebagainya.

Pada LAB ini, saya akan menyebarkan paket DHCP ke jaringan internal. Untuk mengingat rangkain jaringan pada LAB ini, berikut topologi yang sudah dibuat sebelumnya:

Ikuti langkah berikut untuk mengkonfigurasi DHCP Server:

1. Pertama, konfigurasi file listen pada DHCP Server. File listen berada pada direktori /etc/default/ dengan nama file isc-dhcp-server. Edit file listen dengan perintah berikut:

sudo nano /etc/default/isc-dhcp-server

Ubah baris berikut:

...
INTERFACESv4=""
INTERFACESv6=""

Menjadi seperti berikut:

INTERFACESv4="enp0s8"
INTERFACESv6=""

Note! enp0s8 merupakan interface pada Debian Router yang mengarah ke jaringan internal.

Untuk menyimpannya bisa dengan ketik ctrl + O, untuk keluar ketik ctrl + X.

2. Yang kedua mengkonfigurasi file DHCP. FIle ini berapa di direktori /etc/dhcp/ dengan nama file dhcpd.conf. Edit file dhcp dengan perintah berikut:

sudo nano /etc/dhcp/dhcpd.conf

Ubah baris berikut:

...
option domain-name "example.com";
option domain-name-servers 172.27.15.2, 10.72.81.2;
...

Menjadi seperti berikut:

...
option domain-name "logsheha.lab";
option domain-name-servers 192.168.10.2;
...

Note! Option domain-name-servers digunakan untuk menentukan DNS Server yang akan digunakan oleh Client. Disini saya memasukkan DNS Server yang sudah saya konfigurasi sebelumnya di Debian Server.

Masih pada file yang sama, edit baris berikut:

...
#subnet 10.254.239.0 netmask 255.255.255.224 {
#  range 10.254.239.10 10.254.239.20;
#  option routers rtr-239-0-1.example.org, rtr-239-0-2.example.org;
#}
...

Menjadi seperti berikut:

subnet 192.168.10.0 netmask 255.255.255.0 {
  range 192.168.10.10 192.168.10.99;
  option routers 192.168.10.1;
}

Note!

  • Baris subnet. digunakan untuk menentukan jaringan yang akan kita alokasikan DHCP. Disi diisi dengan ip network dan netmask dari jaringan internal.
  • Baris range. Baris ini merupakan IP Address pool dari DHCP. Berisi rentang ip address yang bisa digunakan untuk Client.
  • Baris Option routers. digunakan untuk menentukan gateway jaringan. Gateway disini adalah Debian Router.

Untuk menyimpannya bisa dengan ketik ctrl + O, untuk keluar ketik ctrl + X.

3. Jalankan service DHCP Server dengan perintah berikut:

sudo /etc/init.d/isc-dhcp-server start

4. Berikan akses untuk menjalankan DHCP Server secara otomatis di setiap booting dengan perintah berikut:

sudo systemctl enable isc-dhcp-server

Testing DHCP Server

Untuk pengujian, saya hanya akan melakukan pada Debian Desktop. Karena pada Debian Server tidak direkomendasikan menggunakan IP Address secara DHCP.

1. Masuk console Debian Desktop dari VirtualBox, masuk ke user biasa yang sudah dibuat.

2. Setelah masuk ke desktop, edit konfigurasi pada interface secara GUI dengan cara seperti berikut:

3. Setelah muncul tampilan konfigurasi, klik icon gear seperti berikut:

4. Pindah ke tab IPv4 dan ubah konfigurasi IPv4 Method dari Manual ke Automatic (DHCP) dan kosongkan pada semua kolom seperti berikut:

Klik Apply untuk menyimpan konfigurasi.

5. Untuk me-restart konfigurasi interface, klik 2 kali pada icon berikut:

6. Untuk melihat hasil konfigurasi, klik kembali icon gear seperti tadi. Pada tab Detail, akan terdapat informasi IP Address, Route, dan DNS yang sudah di dapat secara otomatis dari DHCP Server.

Kesimpulan

Pada LAB kali ini, kita belajar cara menginstal DHCP Server dengan menggunakan isc-dhcp-server di Debian 10. DHCP Server memerlukan DVD-2.iso untuk menginstal paket dan depedensinya. Terdapat 2 file yang harus di konfigurasi agar DHCP Server berjalan dengan lancar.

Jika ada bagian yang belum paham, anda bisa tanyakan di kolom komentar, atau menghubungi saya di halaman Contact. Anda bisa mengikuti rangkaian LAB ini di postingan berikutnya. Terimakasih.