Hello Semua. Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi tentang Cara instal Database Server di Debian 10. Artikel ini merupakan bagian dari rangkain LAB Debian 10 menggunakan VirtualBox. Anda bisa mengikuti rangkaian LAB di link berikut: DEBIAN 10 – VirtualBox LAB : Overview.

Saya menggunkan Server yang sudah di konfigurasi pada LAB sebelumnya, jadi saya tinggal meremote Server tersebut dari laptop saya menggunakan putty. Berikut informasi ip yang dapat digunakan untuk meremote LAB environment pada LAB ini:

Debian RouterIP Address : 10.10.1.136
Debian ServerIP Address : 192.168.10.2
IP Link-forward : 10.10.1.137

Note!

  • Pada Debian Server, IP Link-forward merupakan hasil konfigurasi pada LAB sebelumnya untuk mengalihkan trafik dari IP Debian Router ke IP Debian Server. IP ini juga yang akan kita gunakan untuk meremote Debian Server dari Laptop kita.
  • Akses ini bisa digunakan untuk rangkaian LAB Debian 10 berikutnya.

Pengenalan Database Server

Database Server adalah sebuah program komputer yang menyediakan layanan pengelolaan kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.

Database adalah tabel yang terdiri dari kolom (kolom) dan baris (record) di mana setiap kolom berisi atribut tertentu dan setiap baris menampilkan nilai tertentu untuk atribut yang sesuai. Jumlah kolom dalam satu tabel bergantung pada berapa banyak jenis / kategori informasi yang perlu kita simpan dalam database, sedangkan jumlah baris ditentukan oleh jumlah objek yang harus diperkenalkan dengan record yang dikategorikan.

Istilah-istilah yang sering digunakan dalam Database Server:

  • Database Management System (DBMS) – Sekumpulan program perangkat lunak yang menerima permintaan data dari program aplikasi dan menginstruksikan sistem operasi bagaimana menangani informasi yang diminta. Ini dilakukan melalui berbagai operasi kontrol yang didukung DBMS, seperti mengatur, menyimpan, menghapus, atau mengambil data dalam database.
  • SQL (Structured Query Languag) – bahasa yang digunakan untuk menjalankan perintah manipulasi atau mengakses data pada database.

Instal Database Server

Untuk membuat WEB Server, kita bisa menggunakan paket MariaDB. MariaDB merupakan versi pengembangan terbuka dan mandiri dari MySQL. Sejak diakuisisinya MySQL oleh Oracle pada September 2010, Monty Program sebagai penulis awal kode sumber MySQL memisahkan diri dari pengembangan dan membuat versi yang lebih mandiri yakni MariaDB.

Ikuti langkah-langkah berikut untuk menginstal MariaDB:

1. Buka aplikasi Putty pada Laptop, masukkan IP dari Debian Server.

2. Masuk dengan user biasa yang sebelumnya sudah dibuat dan memiliki akses root, yaitu logsheha.

3. Jalankan perintah berikut untuk menginstal MariaDB dan depedensinya:

sudo apt -y install mariadb-server

4. Karena kita menggunakan repositori dari DVD, maka setiap penginstalan paket perlu memasukkan iso DVD. Dari tampilan diatas, penginstalan paket memerlukan DVD Binary-1 yaitu DVD-1.iso. Untuk memasukkan DVD, bisa dengan buka console Debian Server pada Virtualbox, kemudian pada menu VirtualBox, pilih devices > Optical Drives > DVD-1.iso.

5. Setelah DVD dimasukkan, klik enter untuk melanjutkan proses instalasi.

Konfigurasi MariaDB

Setelah proses MariaDB selesai, lakukan langkah berikut agar MariaDB siap untuk digunakan:

1. Masukkan perintah berikut untuk mengkonfigurasi ulang MariaDB:

sudo mysql_secure_installation

2. Pada tampilan diatas, diminta untuk memasukkan password user root untuk mariadb. Karena saat instalasi kita tidak mengkonfigurasi password untuk root, jadi biarkan kosong dan klik enter.

3. Kemudian akan ada pertanyaan untuk mengkonfigurasi password root. Untuk keamanan, biasany password root tidak diberi password agar tidak bisa dipakai dari server lain. Jadi pada langkah ini, pilih n untuk no.

4. Setelah langkah tersebut, anda bisa memilih option Y untuk Yes pada pertanyaan selanjutnya.

Instal PHPMyAdmin

phpMyAdmin adalah alat berbasis web gratis dan open-source untuk mengelola server MySQL dan MariaDB. Ini banyak digunakan untuk mengelola database oleh perusahaan web hosting dan administrator yang baru mengenal database.

1. Instal PHP Extention untuk phpMyAdmin dengan memasukkan perintah berikut:

sudo apt install -y php-json php-mbstring

2. Dari tampilan diatas, penginstalan paket memerlukan DVD Binary-3 yaitu DVD-3.iso. Untuk memasukkan DVD, bisa dengan buka console Debian Server pada Virtualbox, kemudian pada menu VirtualBox, pilih devices > Optical Drives > DVD-3.iso.

3. Setelah DVD dimasukkan, klik enter untuk melanjutkan proses instalasi.

4. Dari tampilan diatas, penginstalan paket memerlukan DVD Binary-1 yaitu DVD-1.iso. Untuk memasukkan DVD, bisa dengan buka console Debian Server pada Virtualbox, kemudian pada menu VirtualBox, pilih devices > Optical Drives > DVD-1.iso.

5. Setelah DVD dimasukkan, klik enter untuk melanjutkan proses instalasi.

6. Download file phpMyAdmin menggunakan perintah wget seperti berikut:

wget https://files.phpmyadmin.net/phpMyAdmin/4.9.0.1/phpMyAdmin-4.9.0.1-all-languages.tar.gz

7. Extract file phpMyAdmin menggunakan perintah tar seperti berikut:

tar -zxvf phpMyAdmin-4.9.0.1-all-languages.tar.gz

8. Pindahkan phpMyAdmin ke Direktori sistem atau aplikasi. Masukkan perintah berikut untuk memindahkannya:

sudo mv phpMyAdmin-4.9.0.1-all-languages /usr/share/phpMyAdmin

Konfigurasi PHPMyAdmin

1. Salin contoh file konfigurasi yang tersedia ke file config dari phpMyAdmin. Masukkan perintah berikut untuk menyalin file:

sudo cp -pr /usr/share/phpMyAdmin/config.sample.inc.php /usr/share/phpMyAdmin/config.inc.php

2. Edit file dengan perintah berikut:

sudo nano /usr/share/phpMyAdmin/config.inc.php

Edit baris berikut:

$cfg['blowfish_secret'] = '';

Menjadi seperti berikut:

$cfg['blowfish_secret'] = 'VrS/{zafcfuBge12n:H9Y5Gi09r6TDqT';

Kode “VrS/{zafcfuBge12n:H9Y5Gi09r6TDqT” merupakan kata kunci dari blowfish. Anda bisa menggenate kata kunci baru dengan klik link berikut: Generate a blowfish secret.

Setelah masuk halaman web blowfish, salin kode seperti gambar berikut ke baris diatas:

Masih pada file yang sama, hapus tanda slash ( / ) pada bagian phpMyAdmin configuration storage settings seperti berikut:

/**
 * phpMyAdmin configuration storage settings.
 */

/* User used to manipulate with storage */
$cfg['Servers'][$i]['controlhost'] = 'localhost';
// $cfg['Servers'][$i]['controlport'] = '';
$cfg['Servers'][$i]['controluser'] = 'pma';
$cfg['Servers'][$i]['controlpass'] = 'pmapass';

/* Storage database and tables */
$cfg['Servers'][$i]['pmadb'] = 'phpmyadmin';
$cfg['Servers'][$i]['bookmarktable'] = 'pma__bookmark';
$cfg['Servers'][$i]['relation'] = 'pma__relation';
$cfg['Servers'][$i]['table_info'] = 'pma__table_info';
$cfg['Servers'][$i]['table_coords'] = 'pma__table_coords';
$cfg['Servers'][$i]['pdf_pages'] = 'pma__pdf_pages';
$cfg['Servers'][$i]['column_info'] = 'pma__column_info';
$cfg['Servers'][$i]['history'] = 'pma__history';
$cfg['Servers'][$i]['table_uiprefs'] = 'pma__table_uiprefs';
$cfg['Servers'][$i]['tracking'] = 'pma__tracking';
$cfg['Servers'][$i]['userconfig'] = 'pma__userconfig';
$cfg['Servers'][$i]['recent'] = 'pma__recent';
$cfg['Servers'][$i]['favorite'] = 'pma__favorite';
$cfg['Servers'][$i]['users'] = 'pma__users';
$cfg['Servers'][$i]['usergroups'] = 'pma__usergroups';
$cfg['Servers'][$i]['navigationhiding'] = 'pma__navigationhiding';
$cfg['Servers'][$i]['savedsearches'] = 'pma__savedsearches';
$cfg['Servers'][$i]['central_columns'] = 'pma__central_columns';
$cfg['Servers'][$i]['designer_settings'] = 'pma__designer_settings';
$cfg['Servers'][$i]['export_templates'] = 'pma__export_templates';

Untuk menyimpannya bisa dengan ketik ctrl + O, untuk keluar ketik ctrl + X.

3. Masukkan database phpMyAdmin ke mariadb dengan perintah berikut:

sudo mysql < /usr/share/phpMyAdmin/sql/create_tables.sql

4. Buat user mariadb baru untuk mengkases phpMyadmin. Masuk mariadb cli dengan memasukkan perintah berikut:

sudo mariadb

Buat user baru dan masukkan semua akses database ke user tersebut. Misalnya disini saya menambahkan user admin:

GRANT ALL ON *.* TO 'admin'@'localhost' IDENTIFIED BY 'admin1234' WITH GRANT OPTION;

Reload informasi database dengan memasukkan perintah berikut:

FLUSH PRIVILEGES;

Exit dari cli MariaDB dengan perintah berikut:

exit;

5. Buat shortcut phpMyAdmin di direktroi hosting yaitu /var/www/html dengan memasukkan perintah berikut:

sudo ln -s /usr/share/phpMyAdmin/ /var/www/html/

6. Ubah hak akses ke user web dengan memasukkan perintah berikut:

sudo chown -R www-data:www-data /usr/share/phpMyAdmin

Testing PHPMyAdmin

Untuk mengetesnya, buka console Debian Desktop dan buka Web Browser. Masukkan alamat IP Debian Server atau domain yang sudah dikonfigurasi pada LAB DNS Server sebelumnya diikuti dengan /phpMyAdmin seperti berikut:

Note! Karena folder bersifat case-sensitive, jadi tulis phpMyAdmin dengan ejaan yang benar, termasuk besar kecilnya huruf. Anda juga bisa mengakali menggunakan VirtualHost.

Setelah form login muncul, coba masuk dengan user yang tadi sudah dibuat pada Mariadb, yaitu admin dengan password admin1234. Jika login berhasil, akan muncul tampilan seperti berikut:

Sekarang anda bisa mengelola database MariaDB menggunakan phpMyAdmin.

Kesimpulan

Pada LAB ini, kita sudah belajar tentang menginstal Database menggunakan MariaDB. Kita juga belajar menginstal phpMyAdmin untuk manajemen MariaDB secara web GUI.

Jika ada bagian yang belum paham, anda bisa tanyakan di kolom komentar, atau menghubungi saya di halaman Contact. Anda bisa mengikuti rangkaian LAB ini di postingan berikutnya. Terimakasih.